PANGKALPINANG, INVESTIGATION.COM — Suara kentongan menggema di lingkungan Duren Keramat, RT 04, Kelurahan Kramat, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Minggu (27/9/2026).
Bukan sekadar seremoni, pemukulan kentongan tersebut menjadi penanda resmi berdirinya Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) Duren Keramat yang dibangun melalui semangat gotong royong dan swadaya masyarakat.
Peresmian Pos Kamling berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Warga bersama jajaran kepolisian serta Pemerintah Kota Pangkalpinang hadir menyaksikan momentum yang menjadi simbol meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan.
Pos Kamling tersebut secara langsung diresmikan oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Desy Ayu Trisna. Kehadirannya sekaligus memberikan dukungan terhadap gerakan masyarakat dalam membangun keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Dok : Pemukulan kentongan Oleh ibu wakil walikota Pangkalpinang penanda bahwa Pos kamling Duren keramat resmi berdiri.
Dewan Penasehat Satkamling Duren Keramat, Fitriansyah, mengungkapkan bahwa keberadaan Pos Kamling tersebut berawal dari keresahan warga setelah terjadi kasus pencurian di lingkungan sekitar.
Menariknya, lokasi yang kini berdiri bangunan Pos Kamling sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat dari luar lingkungan.
Melalui kesadaran dan kesepakatan bersama, warga kemudian mengubah lokasi tersebut menjadi tempat yang memiliki fungsi sosial dan keamanan bagi masyarakat.
«“Pos Kamling ini merupakan atas kehendak masyarakat karena adanya keresahan masyarakat akibat kasus kemalingan. Tempat ini sebelumnya juga menjadi tempat pembuangan sampah dari masyarakat luar,” ujar Fitriansyah.»
Pembangunan Pos Kamling dilakukan secara swadaya melalui sumbangan masyarakat. Bahkan sebelum diresmikan, warga telah menjalankan kegiatan ronda malam selama kurang lebih satu minggu.
«“Bangunan ini merupakan hasil sumbangan masyarakat. Kami sudah melakukan jaga malam selama satu minggu dan kondisi lingkungan menjadi lebih aman,” katanya.»
Pos Kamling Duren Keramat sendiri mencakup sekitar 193 kepala keluarga (KK) yang berada di wilayah RT 04.
Bagi warga, keberadaan pos tersebut bukan hanya sebagai tempat berkumpul saat ronda. Lebih jauh, Pos Kamling diharapkan menjadi ruang komunikasi, silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga.
«“Ini sebagai bentuk kepedulian kita bersama dan juga menjadi ajang silaturahmi antar masyarakat. Kehadiran Pos Kamling sangat bermanfaat untuk kerukunan sesama masyarakat serta berbagai kegiatan bermasyarakat,” tuturnya.»
Polisi Apresiasi Kekompakan Warga, Semangat warga tersebut mendapat apresiasi dari jajaran kepolisian.
Kasat Binmas Polresta Pangkalpinang AKP Hardy yang hadir mewakili Kapolresta Pangkalpinang mengatakan, keberadaan Pos Kamling dapat menjadi bagian penting dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
«“Dengan adanya Pos Kamling ini, setidaknya membantu kegiatan kepolisian dalam menjaga Kamtibmas di lingkungan masyarakat,” ujar AKP Hardy.»
Menurutnya, keamanan lingkungan akan semakin kuat ketika masyarakat ikut mengambil peran dan tidak hanya mengandalkan aparat keamanan.
Pos Kamling Duren Keramat juga menjadi bagian dari sejumlah Pos Kamling yang telah aktif di wilayah Kota Pangkalpinang.
Desy: Keamanan Bukan Hanya Tanggung Jawab Aparat, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Desy Ayu Trisna memberikan apresiasi terhadap inisiatif masyarakat Duren Keramat.
Menurutnya, keberadaan Pos Kamling harus memberikan manfaat nyata dan menjadi ruang yang benar-benar digunakan masyarakat.
«“Dengan adanya Pos Kamling ini menjadi bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Bantu kami pemerintah dalam mendukung kebijakan yang efeknya akan dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Desy.»
Ia mengajak warga untuk mempertahankan semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan.
«“Untuk itu mari kita bersama menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan sekitar yang nantinya menjadikan Kota Pangkalpinang sebagai kota yang aman, tenteram dan bersahabat,” katanya.»
Desy menilai masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kondisi lingkungan. Warga dapat menjadi mata dan telinga di wilayah masing-masing dengan membangun komunikasi serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang muncul.
Menurutnya, Pos Kamling juga dapat menjadi pusat koordinasi warga sekaligus ruang untuk mempererat silaturahmi.
«“Saya sangat mengapresiasi sekali atas terbentuknya Pos Kamling ini,” ujarnya.»
Desy menegaskan bahwa Pos Kamling tidak boleh berhenti sebagai bangunan fisik yang hanya digunakan saat seremoni.
Lebih dari itu, keberadaan Pos Kamling harus menjadi simbol gotong royong dan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
«“Keamanan lingkungan akan lebih kuat jika kita bangun bersama. Tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi juga menggerakkan kesadaran seluruh warga,” ungkapnya.»
Dengan diresmikannya Pos Kamling Duren Keramat, warga RT 04 kini memiliki pusat kegiatan ronda malam, koordinasi keamanan sekaligus ruang berkumpul dan berkomunikasi.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap semangat tersebut dapat terus dipertahankan sehingga Pos Kamling benar-benar menjadi pusat aktivitas masyarakat dan bukan sekadar bangunan yang berdiri tanpa kegiatan.
Rangkaian peresmian kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan pemutaran jingle Satkamling Duren Keramat.
Suasana kebersamaan pun menjadi penutup kegiatan. Warga, kepolisian dan pemerintah daerah menyatukan komitmen untuk menjaga keamanan lingkungan melalui semangat gotong royong.
«“Semoga Pos Kamling ini menjadi tempat yang hidup dan bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi pusat gerak warga dalam menjaga lingkungannya,” pungkas Desy.» (Red/adm)


















