banner 728x250

Buaya Teror Warga Sekarbiru, Korban Nyaris Tewas di Kolong Bekas Tambang: Pemerintah & Instansi Terkait Diam?

banner 120x600
banner 468x60

BANGKA BARAT INVESTIGATION.COM — Ancaman buaya di wilayah kolong bekas tambang kembali memakan korban. Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekarbiru, Parit 3, Kabupaten Bangka Barat, nyaris meregang nyawa setelah diterkam seekor buaya liar saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, dini hari tadi.

Insiden brutal ini terjadi di kawasan yang selama ini dibiarkan tanpa pengamanan, meski sudah berulang kali dikeluhkan warga. Korban diserang secara tiba-tiba. Dalam kondisi terdesak, Karmin melawan buaya menggunakan kayu pentung, menghantam bagian kepala hewan buas tersebut hingga terluka.

banner 325x300

Pukulan keras itu membuat buaya akhirnya melepaskan gigitan, lalu meloncat kabur ke arah sungai dengan kepala berdarah. Namun, korban sudah lebih dulu mengalami luka serius akibat gigitan buaya, dan harus mendapat penanganan medis. Dalam foto yang beredar, korban terlihat berbaju biru, mengenakan topi, dengan kaki diperban.

Warga setempat menegaskan, kemunculan buaya di kolong-kolong bekas tambang bukan hal baru. Teror ini sudah lama menghantui masyarakat, terutama pada malam hingga dini hari. Ironisnya, tidak ada rambu peringatan, tidak ada patroli, dan tidak ada tindakan nyata dari instansi terkait.

“Sudah sering buaya muncul, tapi seperti dibiarkan. Nunggu ada korban dulu baru ribut,” keluh warga.

Kejadian ini kembali membuka luka lama persoalan kolong bekas tambang yang ditinggalkan tanpa tanggung jawab, baik dari sisi keselamatan warga maupun pengelolaan lingkungan. Pertanyaan pun menguat: sampai kapan wilayah rawan buaya ini dibiarkan tanpa pengamanan? Apakah harus menunggu korban jiwa berikutnya?

Warga mendesak pemerintah daerah, BKSDA, dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penanganan serius, sebelum teror buaya kembali merenggut nyawa warga tak berdosa. (Red/ADM)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *